Kamis, 17 Mei 2018

16 Tradisi Menyambut Ramadan di Indonesia



Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim memiliki berbagai tradisi jelang Ramadan. Bukan hanya kata-kata menyambut bulan Ramadan saja yang ramai, tradisi khas menjelang bulan Ramadan juga enggak kalah ramai.

Tradisi-tradisi ini bisa ditemui di hampir semua penjuru tanah air. Tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun ini masih terpelihara sampai sekarang.
Biasanya masyarakat akan menggelar acara-acara menyambut bulan puasa dengan sangat meriah. Walaupun caranya berbeda-beda tradisi menyambut bulan Ramadan di Indonesia ini memiliki semangat yang sama. Nah ini dia 16 tradisi unik menyambut bulan suci Ramadan di Indonesia.

1. Munggahan

Tradisi munggahan biasanya dilakukan oleh keluarga dari tanah Sunda, tradisi menyambut bulan Ramadan ini selalu dilakukan setiap tahunnya. Masyarakat Sunda di Jawa Barat memanfaatkan momen seminggu atau dua minggu sebelum bulan puasa untuk berkumpul bersama orang-orang terkasih. Bukan hanya bersama keluarga munggahan ini juga bisa dilakukan dengan teman-teman dan rekan kerja. Di dalam munggahan biasanya ada satu momen untuk saling meminta maaf untuk mempersiapkan diri menuju bulan puasa yang suci.

2. Megibung


Walaupun mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu, tradisi menjelang puasa yang dilakukan oleh muslim Bali juga enggak kalah dengan upacara keagamaan Hindu. Tradisi Megibung biasanya dilakukan muslim Bali menjelang bulan puasa. Acara makan yang diselingi dengan obrolan ringan ini telah menjadi sebuah budaya yang berasal dari Karangasem, Bali. Megibung ini juga bisa diartikan sebagai makan bersama. Jadi dalam satu jamuan makan satu porsi nasi dan lauk pauk akan dimakan oleh sekitar 4-7 orang.

3. Padusan


Salah satu cara yang dipercaya untuk bisa menyucikan diri adalah dengan cara mandi atau berendam di laut atau sumber-sumber air yang dianggap keramat. Masyarakat Boyolali juga masih mempercayai tradisi seperti ini. Setiap menjelang bulan Ramadan masyarakat Boyolali akan beramai-ramai mendatangi air terjun atau sumber air lainnya yang dianggap keramat. Mereka akan beramai-ramai mandi dan berendam di sumber air ini karena kepercayaan mereka air bisa menyucikan diri sebelum masuk ke bulan puasa.

4. Jalur Pacu

Berbeda dengan tradisi di daerah lain Riau menyambut Ramadan dengan tradisi yang mirip dengan pesta rakyat. Menjelang bulan puasa masyarakat Riau akan bersiap-siap untuk menggelar acara Jalur Pacu. Tradisi ini disambut dengan suka cita karena masyarakat akan beramai-ramai memenuhi sungai untuk melihat perlombaan dayung yang disebut dengan Jalur Pacu. Perlombaan ini akan diakhiri dengan tradisi Balimau Kasai yang punya arti bersuci menjelang matahari terbenam sampai malam.

5. Nyorog


Jika masyarakat Sunda memiliki kebiasaan makan bersama jelang bulan puasa, orang Betawi punya tradisi yang agak berbeda. Tradisi Nyorog ini selalu dilakukan setiap memasuki bulan Ramadan. Nyorog adalah kegiatan membagikan bingkisan ke anggota keluarga atau tetangga dalam rangka menyambut bulan  suci Ramadan. Tradisi ini biasanya dilakukan orang yang lebih muda ke orang yang usianya lebih tua. Tujuannya adalah untuk meminta restu kelancaran ibadah puasa selama satu bulan.

6. Malamang


Makanan menjadi bagian penting di berbagai tradisi Minangkabau, Sumatra Barat. Begitu juga untuk merayakan hari-hari penting keagamaan salah satunya ketika menyambut bulan Ramadan. Setiap menjelang bulan puasa masyarakat Minangkabau akan beramai-ramai membuat lamang atau lemang yang terbuat dari ketan.  

7. Dugderan


Tradisi Dugderan masyarakat Semarang ini sudah dilakukan sejak tahun 1881 yang sampai sekarang masih dilakukan. Bedanya Dugderan zaman sekarang sudah menjadi pesta rakyat yang rangkaian acaranya ada tari-tarian, karnaval, dan tabuh bedug. Di setiap Dugderan pasti Warak Ngendong yang jadi simbol acara ini diarak dan ikut dalam karnaval. Biasanya karnaval akan dimulai dari Balai Kota dan berakhir di Masji Kauman.


8. Meugang


Masyarakat Aceh juga mempunyai tradisi yang sama uniknya untuk menyambut bulan Ramadan. Tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama orang terkasih dan yatim piatu di Aceh ini bernama Meugang. Acara Meugang ini hampir mirip dengan Idul Adha di mana masyarakat beramai-ramai menyembelih kurban berupa kambing atau sapi. Meugang sampai sekarang masih terpelihara baik, biasanya di desa-desa sudah sibuk menyiapkan Meugang sehari sebelum memasuki bulan Ramadhan. Sedangkan di kota Meugang dilaksanakan selama dua hari. Tradisi Meugang ini menjadi sebuah keharusan karena masyarakat Aceh percaya kebaikan dan keberkahan yang terjadi 11 bulan lalu wajib disyukuri dengan cara Meugang.

9. Dandangan


Walaupun masih di tanah Jawa tradisi menjelang bulan puasa di tiap daerah pasti berbeda-beda. Di Kudus, Jawa Tengah tradisi Dandangan selalu mengisi acara menjelang bulan puasa. Tradisi Dandangan ini sudah ada sejak 400-an tahun lalu yang dimulai dari zaman Sunan Kudus. Acara pesta rakyat ini selalu dihadiri oleh masyarakat Kudus dan sekitarnya. Dandangan ini digelar dengan pasar malam yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga.

10. Balimau


Selain membuat lamang atau lemang, masyarakat Minangkabau juga menyambut bulan Ramadan dengan Balimau. Tradisi mandi menggunakan jeruk nipis ini dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai atau tempat mandi. Balimau adalah tradisi secara turun menurun yang dipercaya sudah berlangsung berabad-abad lamanya. Tradisi mandi dengan jeruk nipis ini bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin.

11. Perlon Unggahan


Seperti kebanyakan muslim di Indonesia tradisi ziarah kubur pasti mewarnai perayaan jelang bulan suci Ramadan. Pelon Unggahan atau ziarah kubur yang dilakukan di Desa Pekuncen, Banyumas yang ada di Jawa Tengah ini dilakukan seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan. Bedanya dengan ziarah umum pada umumnya adalah Pelon Unggahan diawali dengan ziarah kubur ke makam Bonokeling. Orang yang berziarah ke makam Bonokeling diharuskan melepas alas kaki sambil menjinjing nasi ambeng makanan khas Banyumas. Setelah melakukan ziarah warga Banyumas akan melakukan acara makan bersama-sama untuk menjaga tali silaturahmi.

12. Ziarah Kubro


Masyarakat Palembang biasanya melakukan ziarah ke makam-makan para leluhur dan juga ulama. Ziarah ke makam-makam para ulama ini disebut dengan Ziarah Kubro. Biasanya tradisi ini dilakukan di pemakaman Kawah Tengkurep 3 Illir, di sini para ulama-ulama Palembang dimakamkan.

13. Suro’baca


Suro’baca tradisi jelang Ramadan yang masih terpelihara di Makassar ini selalu dilakukan turun temurun di kalangan suku Bugis. Acara ini biasanya dilakukan pada akhir bulan Sya’ban atau H-7 sampai dengan satu hari menjelang bulan Ramadan. Acara makan bersama sekaligus silaturrahmi ini juga biasanya diisi dengan berdoa bersama dan diakhiri dengan ziarah ke makam para leluhur.


14. Megengan


Surabaya juga punya tradisi unik yang wajib dilakukan setiap menjelang bulan puasa. Tradisi Megengan ini masih dilakukan sampai sekarang. Megengan adalah kegiatan memakan kue apem sebagai bentuk menyucikan diri. Apem ini mirip dengan pelafalan kata ‘afwan’ dari Arab yang mempunyai arti maaf. Selain memakan kue apem warga juga melakukan tahlilan untuk mendoakan mendiang saudara yang terlebih dahulu pergi.

15. Nyadran


Ziarah ke kuburan leluhur menjadi sebuah kegiatan wajib yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Begitu juga ziarah kubur jelang bulan puasa yang disebut dengan Nyadran. Tradisi Nyadran ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah. Nyadran adalah tradisi pembersihan makam yang umumnya dilakukan di pedesaan. Selain membersihkan makan leluhur dan tabur bunga masyarakat Jawa Tengah juga melakukan selamatan atau kenduri di makam leluhur.

16. Gebyar Ki Aji Tunggal


Berbeda lagi dengan di Jepara, Jawa Tengah masyarakat di sini selalu mengadakan karnaval sebelum memasuki bulan puasa. Masyarakat di Desa Karangaji, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah melangsungkan tradisi arak-arakan Gebyar Ki Aji Tunggal. Arak-arakan ini dilakukan rutin di bulan Sya’ban dalam kalender Hijriyah atau bulan Ruwah dalam kalender Jawa.  Karnaval ini bertujuan sebagai ajang silaturrahmi dan ungkapan rasa syukur atau jasa pendahulu yang memberikan nilai-nilai kehidupan.

Demikian beberapa tradisi menyambut ramadan yang berlangsung di Indonesia dari tahun ke tahun dan sebenarnya masih banyak lagi. Semoga bermanfaat!


Tidak ada komentar:
Write komentar

Profil

Profil
M. Hasan Gaido, Ceo Gaido Group

Trending Topic

Translate